Fungsi Biji

Benih adalah perkembangan baru dari benih yang dibuahi dan berfungsi sebagai alat seleksi. Secara agronomis, benih adalah hasil dari tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan untuk konsumsi manusia dan juga digunakan sebagai pakan ternak.

Benih akan mencapai kualitas fisiologis maksimum ketika mereka mencapai kematangan fisiologis, yang terjadi ketika pengisian bahan kering dalam biji berhenti. Masalahnya dengan tanaman kedelai, bagaimanapun, adalah berbunga bunga di tanaman tidak serempak.

Fungsi-Biji
Fungsi Biji

Karena itu, benih akan mencapai kematangan fisiologis yang bahkan tidak sinkron. Benih adalah bagian dari ovarium dan mengandung kandidat individu baru yang disebut institusi. Lembaga akan terjadi setelah penyerbukan atau fusi diikuti dengan pemupukan benih.

Fungsi Biji

Adapun fungsi yang dimiliki benih dalam pertanian secara umum, adalah sebagai berikut;

Jaringan penyimpanan makanan tanaman
Biji dpaat digunakan untuk melestarikan cadangan makanan untuk tanaman yang secara umum dihasilkan dari fotosintesis tanaman akan disimpan dalam bentuk cadangan makanan. Cadangan makanan kemudian digunakan untuk bertahan hidup.

Cadangan makanan nabati akan digunakan terutama ketika makanan di tanah rendah. Ini sering terjadi selama musim kemarau atau di malam hari. Pada saat keadaan tanaman yang tidak dapat menghasilkan makanan, cadangan makanan yang ada dapat digunakan untuk bertahan hidup.

Beberapa jenis tanaman yang menghasilkan biji sebagai tempat penyimpanan persediaan makanan adalah kacang hijau, kedelai, beras dan kacang tanah.

Benih bekerja sebagai alat seleksi
Benih bertindak sebagai alat seleksi karena mereka dapat menghasilkan tanaman baru. Benih yang digunakan sebagai alat perbanyakan tanaman lebih dikenal sebagai benih. Pemilihan benih dapat menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan yang seragam dan lebih mudah dilakukan.

Benih bekerja seperti tanaman baru
Benih yang membentuk tanaman baru dapat diperoleh melalui kegiatan menabur. Setelah disemai, benih membentuk akar, kecambah dan institusi. Setelah mengalami pertumbuhan, akarnya bercabang dan memanjang. Kecambah akan membentuk batang dari daun, sedangkan tanaman akan menyusut begitu akar bisa menyerap makanan mereka dan akhirnya lepas dari batangnya.

Pembentukan tanaman calon baru disertai dengan acara pernikahan antara sel telur dan inti sperma disebut amfimik, sedangkan pembentukan lembaga tanpa acara pernikahan pada awalnya disebut apomixis (apomixis). Karena itu, partogenesis adalah contoh peristiwa apomiktik.

Struktur Biji

Penjelasan dalam struktur benih antara lain;

Kulit biji
Mantel biji adalah lapisan biji terluar yang menutupi semua bagian benih. Bagian pertama dari biji adalah kulit biji. Mantel biji berasal dari membran benih yang umumnya disebut lapisan luar kulit (kepala). Lapisan luar kulit berperan sebagai pelindung utama di dalam biji.

Lapisan-lapisan ini memiliki berbagai bentuk mulai dari tipis, kaku seperti kulit, hingga keras seperti kayu atau batu dan lapisan dalam kulit. Lapisan ini dikenal sebagai epidermis.

Aman secara institusional
Batang lembaga dapat dibagi menjadi dua, yaitu batang lembaga yang terletak di daun lembaga atau disebut internicot epicotylum dan batang lembaga yang terletak di bawah daun lembaga atau internode hypocotyl.

radikula
Akar lembaga adalah istilah untuk kandidat akar benih. Pada tanaman dikotil, akar terus tumbuh membentuk akar tunggang.

kotiledon
Daun pertama yang tumbuh pada saat perkecambahan setelah pelepasan akar lembaga disebut daun institusi. Fungsi daun lembaga adalah untuk menempatkan makanan tambahan sebagai alat untuk fotosintesis dan sebagai sarana mengisap makanan dari putik lembaga untuk lembaga.

Baca Juga :

Read More